Teknologi Latihan Sepak Bola dari Jerman

By | July 29, 2017

Teknologi Latihan Sepak Bola dari Jerman

Teknologi Latihan Sepak Bola dari Jerman – Di zaman serba maju ini, memakai teknologi saat berlatih ialah hal yang wajar. Bahkan kehadiran teknologi ini memberikan fasilitas sekaligus pertolongan tersendiri untuk pelatih dalam merealisasikan menu pelajaran yang mereka inginkan. Di Inggris, terdapat nama David Cameroon yang merealisasikan Microsoft Powerpoint, salah satu software yang adalah salah satu bagian dari Microsoft Office, untuk menolong dirinya dalam sesi training yang ia lakukan di klub. Awalnya ia mencoba teknik ini untuk anaknya, sebab kebetulan ia punya lapangan sepakbola mini di belakang rumahnya. Setelah dirasa sukses, ia juga mencoba teknik ini dalam sesi training di klub yang ia asuh, memakai Microsoft Powerpoint di dalam laptopnya.

Cerita mengenai teknologi dalam sesi pelajaran tidak harus selalu dari David Cameroon saja. Negara Jerman, sebagai satu di antara negara di dunia yang teknologinya cepat berkembang, telah mulai memakai teknologi dalam sesi training klub sepakbola yang dijalankan. Sampai sekarang ini, terdaftar dua teknologi yang telah mulai digunakan, yakni Footbonaut kepunyaan Borussia Dortmund, dan yang teranyar ialah Videowall kepunyaan TSG 1899 Hoffenheim. Dua teknologi ini, dapat dibilang, adalah merupakan suatu jembatan sepakbola Jerman, juga sepakbola dunia, mengarah ke masa depan.

Footbonaut dan Videowall – Di negara Jerman, teknologi telah mulai merambah dunia sepakbola. Borussia Dortmund ialah tim yang mulai gencar memakai teknologi dalam menolong sesi training mereka. Teknologi tersebut berwujud dalam suatu fasilitas mempunyai nama Footbonaut. Lewat kemudahan ini, semua pemain ditajamkan kemampuannya dalam mengumpan secara presisi dan dapat menyangga bola dengan baik. Di dalam ruangan berbentuk 14×14 meter tersebut, ada 72 panel yang menjadi sasaran operan bola. Bola akan muncul di antara panel, dan pemain yang sedang di ruangan itu harus segera menendang bola ke arah panel yang menjadi tujuan. Semakin cepat sang pemain menerima, kemudian mengoper bola ke arah panel yang tepat, maka poin yang didapat pemain itu akan semakin tinggi, Poin tiap pemain bakal otomatis terdaftar di Footbonaut tersebut.

Footbonaut ini dianggap lumayan efektif untuk para pemain dalam menambah akurasi umpan mereka sekaligus melatih keterampilan dasar semua pemain seperti teknik menahan bola, mengumpan bola dengan baik, dalam waktu yang relatif cepat. Para pemain Borussia Dortmund pun mengatakan bahwa mereka merasakan keuntungan dari Footbonaut yang berbasis teknologi ini, meski kocek yang mesti dirogoh oleh manajemen Dortmund untuk mendirikan fasilitas ini tergolong mahal. Di samping Footbonaut, ada suatu teknologi baru yang diluncurkan di sepakbola Jerman. Teknologi ini diluncurkan oleh Hoffenheim, klub yang juga pula menggunakan Footbonaut. Teknologi ini mempunyai nama Videowall. Videowall ialah sebuah layar berukuran 6×3 meter yang ditempatkan di garis tengah lapangan training Hoffenheim. Layar ini terintegrasi dengan 4 kamera. 2 kamera berlokasi di 2 tiang yang berada di setiap ujung garis tengah, sementara 2 kamera yang lain berada di setiap belakang gawang. Hasil rekaman kamera tersebut dapat ditampilkan di layar berukuran 6×3 meter tersebut kapanpun.

Khususnya untuk kamera, ke-4 kamera itu dioperasikan oleh staf pelatih Hoffenheim, sampai-sampai laju dari video bisa dikendalikan secara bebas oleh sang operator. Gambar-gambar dari video tersebut mempermudah Nagelsmann membicarakan sebuah kondisi di dalam lapangan yang disimulasikan dalam latihan, serta bagaimana teknik pemecahan dari kondisi yang terjadi tersebut. Penggunaan teknologi dalam sepakbola kerap memunculkan kontroversi, karena dirasakan dapat menghilangkan sifat intuitif manusia, khususnya teknologi yang dapat menolong wasit. Beberapa memandang ini terobosan baru, tapi sejumlah juga memandang bahwa teknologi ini menghilangkan sifat manusiawi sepakbola. Sifat manusiawi yang kadang menciptakan sepakbola malah memanusiakan manusia. Ketika berlatih, pelatih membutuhkan detail dari masing-masing pemainnya guna menyesuaikan diri dengan skema serta taktik yang bakal diterapkan dalam suatu pertandingan. Detail-detail tersebut bahkan tak jarang merangkum hal-hal yang dirasakan remeh seperti detak jantung, VO2Max, seberapa kuat tendangan, kekuatan lompatan, stamina, kecepatan, dan sebagainya. Detail-detail seperti tersebut hanya dapat didapat dengan penghitungan teknologi.

Di samping itu, lewat teknologi, baik pemain ataupun pelatih bisa melakukan penilaian terhadap permainan secara lebih tajam dan akurat. Kekurangan-kekurangan yang terdapat dalam suatu skema dan taktik dapat dipelajari, bahkan barangkali dibredeli hingga titik-titik terkecil. Para pemain Borussia Dortmund sudah menikmati manfaat dari Footbonaut. Kelak semua pemain Hoffenheim pun mungkin bakal merasakan hal positif dari Videowall ini. Teknologi, memang dapat menghilangkan sifat intuitif. Tapi, di sisi lain, teknologi ini bisa membantu mendapatkan data-data yang tak dapat diperoleh dari intuisi.