Tak Punya Lisensi A AFC, Djanur di Letak Serba Lebih tahan lama

By | August 11, 2016

BANDUNG – Instruktur Persib Bandung Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman di Letak serba lebih tahan lama. Tersedia Bagaikan Instruktur pengganti dengan komposisi kelompok tak sesuai Asa, kali ini tampaknya kesulitan lebih moderen. Lisensi kepelatihannya dipersoalkan.

Djanur telah lebih moderen mengantongi lisensi B AFC transparan tak sesuai regulasi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Bagaikan operator Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Harusnya, Instruktur di ISC A minimal Memiliki lisensi A AFC.

Adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Rohaniwan Nahrawi telah mempersoalkan factor itu. Ia meminta GTS beroperasi regulasi telah ada. menandakan bahwa, apabila regulasi itu benar-benar dijalankan, maka Djanur tak Dapat Menjadi Instruktur Persib.

Persoalan itu tampaknya di sejumlah hari terakhir Seusai Menpora memberi siaran pers. Sedangkan, mantan, Letak Djanur dan Instruktur peralatan golf ISC A lagi telah tak berlisensi A AFC adem ayem aja

Djanur diri Anda didatangkan memikirkan kembali oleh administrasi Persib dengan tugas Menjadi juru selamat. Prestasi telah diraihnya bersama Persib membuat administrasi menghentikan program kepelatihan Djanur di Italia dan mendatangkannya sekali lagi ke Bandung.

Gayung bersambut, Djanur telah merupakan legenda Biologi Persib bersedia. Ia keinginan untuk membenahi Persib supaya Dapat memikirkan kembali menjelma Bagaikan kelompok juara.

Namun dipersoalkannya lisensi kepelatihan membuatnya gusar. Ia pun pasrah dengan kondisi itu. Ia menyerahkan segala penilaian terkait nasib dirinya di Persib di jajaran administrasi.

“Terserah administrasi aja, sayyang menyerahkan semuanya ke administrasi. Walaupun sayyang sudah punya punya solusi, namun tak usah sayyang sampaikan (ke media),” ujar Djanur, Rabu (kesepuluh/kedelapan/2016).

Disinggung soal mungkin Persib memakai Instruktur berlisensi A AFC Bagaikan pendamping dirinya, ia tak mau berkomentar lebih banyak substansial. Meski begitu, untuk Djanur bekerja dengan Instruktur lagi Pernah dilakukan.

Factor itu berlangsung di Persib menikmati di AFC Cup 2015. di itu, regulasi telah mewajibkan peralatan golf Memiliki Instruktur berlisensi A AFC terdorong Persib mendatangkan Emral Abus. Emral didaftarkan ke AFC Bagaikan Instruktur Persib. Namun prakteknya, Djanur terus menjadi berposisi Bagaikan Instruktur benar.

“Untuk factor itu sayyang juga serahkan Serupa administrasi,” ungkapnya.

Soal lisensi A AFC, Djanur diri Anda mengakui factor itu pasti suatu keharusan. Ia menyadari konsekuensi apabila dirinya tak Memiliki lisensi Itu.

Namun kondisi Indonesia telah Pernah disanksi FIFA Menjadi penyebab Djanur tak Dapat mendapatkan lisensi A AFC di 2015. Sedangkan di itu, Djanur sudah punya inventarisasi Menjadi peserta kursus supaya Dapat mendapatkan lisensi Itu.

Adanya pembekuan terdorong Djanur wajib mengurungkan niatnya melonjakkan lisensi kepelatihannya. Ia tak Dapat melanjutkan kursus di karenakan sanksi membuat dirinya tak diperbolehkan mengikuti kursus kepelatihan A AFC.

Ia pun ingin ada Pilihan paling menarik terbaik persoalan Itu. Sehingga ia Dapat nyaman melatih Persib telah begitu dicintainya sejak tetap aktif Menjadi gamer. Disorientasi 1 telah dilakukannya Adalah Menelusuri pengetahuan supaya Dapat mengikuti kursus kepelatihan A AFC meski berada di keluar dari pintu negeri.

“Sayyang jalani aja (kondisi sekarang), sederhana-mudahan ada Pilihan,” harap Djanur.

(dns)