Kemenangan Atas Burnley Buat Pemain Lapis Ke 2 Liverpool Optimis

By | December 10, 2018

Kemenangan Atas Burnley Buat Pemain Lapis Ke 2 Liverpool Optimis

Pemain berposisi gelandang Liverpool, Xherdan Shaqiri mengatakan hasil positif melawan Burnley mendongkrak keyakinan diri semua penggawa yang sejauh ini terus di bangku cadangkan Jurgen Klopp.

Pada laga melawan Burnley di Turf Mor di matchday 15 Liga Premier Inggris lalu, Klopp memberi kejutan besar. Dia memainkan team yang mayoritas berisi bintang-bintang cadangan.

Pada lini pemain bertahan, dia tidak menurunkan Andrew Robertson serta Trent Alexander-Arnold. Walau akhirnya Trent bermain menjadi penggawa penganti.

Lalu pada sektor tengah, dia mengistirahatkan Georginio Wijnaldum serta Fabinho. Dia menurunkan Naby Keita menjadi starter bareng Shaqiri, serta James Milner plus Jordan Henderson.

Pada sektor depan, dia mengandalkan 2 penggawa saja yaitu Daniel Sturridge serta Divock Origi. Mohamed Salah serta Roberto Firmino lantas bermain menjadi bintang pengganti pada fase ke 2.

Shaqiri menyatakan hasil positif itu berimbas positif di Liverpool. Terutama pada bintang-bintang yang selama ini terus menjadi pelapis.

“Jelas begitu,” tutur Shaqiri menurut Goal International. “Itu merupakan laga yang amat vital. Juru tak-tik menyatakan hal tersebut pada kami. Itu memberikan beberapa keyakinan diri pemain buat memainkan pertandingan itu serta kami sukses dengan bagus,” serunya.

“Jelas ini tak gampang untuk bintang lainnya yang tak bermain untuk masa yang lama hingga pada babak ke 1 mereka perlu waktu buat beradaptasi ke permainan namun sehabis itu kami sukses dengan bagus serta Kamu bisa menyaksikan kami punya kesebelasan yang amat hebat di mana semua orang dapat berlaga di pertandingan,” katanya.

Pada laga itu, Shaqiri turut menyumbang 1 goal. Dia mengalahkan Joe Hart dengan tembakan setengah voli sehabis memperoleh assist melalui Salah.

Shaqiri menyatakan jika memang dia pernah coba beberapa kali buat menyarangkan goal sebagaimana yang diperintahkan Klopp. Tapi sayangnya hal tersebut tidak membuahkan hasil positif.

“Anda menyaksikan di penghujung laga jika aku dapat berlari menuju gawang dan coba buat menyarangkan goal. Dia mau aku mendapat bola serta aku coba beberapa kali [untuk menyarangkan gol] namun ini tak sempurna sebagaimana yang diharapkan juru tak-tik,” cetusnya.

“Kami berlaga amat bagus pada fase ke 2 serta ini penting buat mengelola permainan, menjaga penguasaan bola, senantiasa berani dan menanti peluang kami serta jadi klinis di hadapan gawang dan kami mengerjakannya.”