Author Archives: admin

Semi-final UEFA Nations League, Partai puncak Kepagian?

Semi-final UEFA Nations League, Partai puncak Kepagian?

UEFA sudah menjalani undian fase semi-final UEFA Nations League. Hasil undian itu menghadirkan laga yang dianggap menjadi final kepagian.

Berada di Dublin, proses undian semi-final UEFA Nations League dipimpin oleh Robbie Keane, Phil Townsend (Direktur Komunikasi UEFA), serta Gary Messett (Brand Ambassador Equal Game). Undian semi-final UEFA Nations League itu memperlawankan Inggris bersama Belanda serta Portugal yang bakal menghadapi Swiss.

4 kesebelasan itu merupakan jawara grup di UEFA Nations League A. Mereka berhasil menghempaskan sejumlah nama besar, sebagaimana Prancis serta Kroasia selaku finalis Piala Dunia 2018. Kroasia sendiri bareng Jerman mesti terdegradasi menuju UEFA Nations League B.

Putaran semi-final, perburuan posisi ke 3, serta laga pamungkas UEFA Nations League bakal diselenggarakan di 1 negara, Portugal. Laga semi-final sendiri bakal diadakan di 2 stadion, Estádio do Dragão, kandang FC Porto serta D. Afonso Henriques, kandang dari Vitória de Guimarães.

Laga semi-final perdana, Portugal kontra Swiss bakal diadakan di kandang Porto di tanggal 5 Juni 2019. Sementara buat pertandingan Belanda menghadapi Inggris diselenggarakan di kandang Vitória de Guimarães pada tanggal 6 Juni 2019. Guna laga perburuan posisi ke 3, kandang Vitória de Guimarães didapuk menjadi tuan rumah pada tanggal 9 Juni 2019. Buat pertandingan laga pamungkas diadakan di kandang FC Porto pada tanggal yang sama.

Fernando Gomes, Orang nomor 1 di federasi sepakbola Portugal bangga bersama ditunjuknya Portugal menjadi tuan rumah 4 laga krusial di UEFA Nations League. “Ini merupakan kehormatan besar untuk Federasi Portugal serta untuk negeri. Semua orang paham jika semenjak pertama Portugal terlibat di dalam melahirkan kompetisi itu serta untuk kami ini luar biasa buat menyelenggarakan kompetisi ini di Kota Porto serta Guimarães,” ucapnya dilansir melalui Independent.

Vigit Waluyo Dituduh Menjadi Aktor Mafia Sepakbola Indonesia

Vigit Waluyo Dituduh Menjadi Aktor Mafia Sepakbola Indonesia

Bukan cuma satu Anggota Exco PSSI, Hidayat yang dituduh terkait dengan kasus pengaturan score, mantan pemilik Deltras Sidoarjo, Vigit Waluyo pun disebut jadi satu dari sekian banyak aktor vital mafia sepakbola Indonesia.

Namanya disebut-sebut oleh mantan Runner pengaturan score di tanah air, Bambang Suryo. Di dalam kegiatan diskusi dalam acara Mata Najwa, dia blak-blakan mengungkapkan lelaki yang memiliki nama samaran Sontoloyo ini terlibat dalam banyak kasus pengaturan score di sepak bola Indonesia.

“Saya sebutkan satu dari sekian banyak nama yang aku bilang Sontoloyo tadi ini Vigit Waluyo. Ia memiliki masalah di Kejaksaan juga. Vigit merupakan pengelola Mojokerto Putera, ” tutur Bambang Suryo di acara bincang-bincang Mata Najwa.

Sementara itu Gusti Randa selaku Anggota Exco PSSI keberatan apabila ia disebut mengenal seorang Vigit Waluyo. Dia memandang jika pengakuan Bambang Suryo itu dapat mengandung pesan hoax.

“Begini, aku kan mengurus federasi sepakbola. Lah, itu orangnya ngomong mafia. Persoalannya kami tak pernah memperoleh report. Jika cuma sontoloyo saja sebutnya, ya ini dapat hoax,” katanya.

Meskipun begitu dia mengakui PSSI akan menindak tegas kasus pengaturan score itu. “Siapapun dirinya, jika ia Exco tetap mesti disikat,” terangnya.

Di sisi lain Juru tak-tik Tim nasional U-16 Indonesia, Fakhri Husaini mengakui tak asing dengan nama Vigit Waluyo. Dia malahan mengungkapkan jika pengurus PSSI jelas tahu lelaki dari Sidoarjo itu.

PSSI sekarang mendapat tekanan melalui publik buat cepat menyelesaikan rumor pengaturan score yang terjadi pada sepakbola Indonesia. Kasus itu pun disebut ikut melemahkan kemampuan sepakbola di tanah air.

Gelandang PSV Antusias Hadapi Messi

PSV Eindhoven bakal melawan tamu dari Katalonia, Barcelona dalam pertandingan yang akan digelar di Stadion Philips. Pertandingan itu bakal berlangsung di matchay ke 5 Liga Champions, hari Kamis (29/11) dinihari WIB.

Pemain berposisi gelandang PSV Eindhoven, Gaston Pereiro mengakui antusias menghadapi pertandingan itu. Bintang dari Uruguay itu tidak sabar buat balik lagi melawan Pemain Barcelona, Lionel Messi.

“Ini bakal jadi laga yang unik. Aku amat menikmatinya. Apa aku fans Messi? Tentu. Aku amat bahagia dapat berlaga melawan dirinya. Ia merupakan bintang spektakuler,” tutur Gaston Pereiro sebagaimana dilansir dari UEFA. com.

Di pertandingan perdana kemudian yang digelar di Stadion Camp Nou, Gaston Pereiro ikut memperkuat PSV Eindhoven. Dia main sepanjang 90 menit kala dibantai Barcelona dengan score telak 0-4 dan Lionel Messi berhasil mencatat hat-trick pada pertandingan itu.

Di sisi lain PSV Eindhoven, Mark van Bommel memperhitungkan atmosfer laga bakal ramai kala melawan Barcelona.

“Saya tak panik mengenai atmosfer di stadion. Fans kami terus bersama kami. Suasana pada Liga Champions sering setingkat lebih baik ketimbang laga di Eredivisie,” tutur Mantan Leader Tim nasional Belanda itu.

PSV Eindhoven sebenarnya telah dipastikan tereliminasi dari Liga Champions kampanye musim ini. Melalui 4 laga yang sudah diturunkan, Rood-witten tidak pernah satu kali pun mendapat kemenangan bersama 3 kali kalah serta 1 seri.

Malcom: Messi Pantas Mendapat Semua Sanjungan

Malcom: Messi Pantas Mendapat Semua Sanjungan

Pemain sayap Barcelona, Malcom, menganggap Lionel Messi sesungguhnya pantas mendapat banyak sanjungan. Di mata Malcom, Messi merupakan bintang sensasional.

Barcelona menandatangani Malcom melalui Bordeaux di awal kampanye musim ini senilai 41 juta €. Bintang dari Brasil itu tengah berupaya mendapat posisi di Camp Nou.

Dia baru 5 kali memperoleh peluang berlaga. Meskipun begitu, Malcom tidak terlampau berkecil hati. Pasalnya, dia dapat bermain bersama Messi di arena pertandingan.

Messi sudah membikin 14 goal serta enam assist di dalam 13 laga kampanye musim ini. Malcom juga amat terinsipirasi menyaksikan kualitas La Pulga.

“Buatku, Messi bukanlah dari dunia ini. Kesederhanaan serta kerendahan hatinya mengesankan. Ia pantas memperoleh semua sanjungan itu,” tutur Malcom pada Soccerway.

Malcom pun mengatakan jika ia punya komunikasi yang amat bagus dengan Juru tak-tik Ernesto Valverde. “Aku berbincang-bincang bersama Valverde serta ia menginformasikan apa yang saya perlukan buat menetap di kesebelasan inti dan jadi setingkat lebih bagus. Jadi koneksi kami amat baik.”

“Ini kampanye musim yang berat. Banyak pertandingan. Namun kami telah terbiasa serta kami bakal punya kampanye musim yang menyenangkan dan meraih beberapa piala. Permainan sulit memperlihatkan kenapa Kamu hadir menuju ke sini, kenapa Kamu ada di Barcelona,” Malcom melanjutkan.

Ederson Beri Dimensi Baru di Posisi Penjaga Gawang

Ederson Beri Dimensi Baru di Posisi Penjaga Gawang

Bekas penjaga gawang Manchester City, Nicky Weaver, memberikan pujian pada Ederson Moraes. Di mata dirinya, lelaki dari Brasil ini ialah penjaga gawang sensasional.

Ederson bergabung City dengan biaya transfer 35 juta poundsterling melalui Benfica di awal musim kemarin dan langsung menghantarkan kesebelasannya jawara. Menurut Weaver, kualitas sang penjaga gawang di dalam memainkan bola bersama kakinya amat baik.

“Saya kira penjaga gawang sudah banyak bertransformasi, sepakbola sudah banyak bertransformasi. Itu semua mengenai sistem sekarang. Fungsi seorang penjaga gawang sudah bertransformasi sepanjang beberapa tahun terbaru. Aku kira ini bahkan berubah sepanjang beberapa bulan terbaru semenjak Piala Dunia,” tutur Weaver pada Omnisport.

“Jika Kamu menyaksikan City, cara mereka bertanding bersama Ederson amat baik. Ia yang paling baik yang sudah aku saksikan bersama kakinya. Ia mengesankan.”

Bersama filosofi Pep Guardiola yang suka memainkan operan-operan pendek khas tiki-taka, maka kemampuan Ederson tidak cuma muncul menjadi penangkap bola saja, melainkan juga beberapa kali jadi pengatur serangan semenjak awal.

“Masalah bersama ia bukan seberapa raksasa keyakinan yang ia punya, namun seberapa raksasa keyakinan bintang-bintang serta pemain bertahan di ia sebab keduanya membangun kembali bola padanya saat kesebelasan di dalam tuntutan, ” Weaver melanjutkan.

Kritikan Buat De Gea Terlampau Berlebihan

Juru tak-tik Tim nasional Spanyol, Luis Enrique, menganggap kritikan pada penjaga gawangnya, David de Gea, terlampau berlebihan. Dia pun merasa De Gea menjadi kambing hitam di Team Matador.

Pada Piala Dunia 2018 silam, De Gea memperoleh sejumlah kecaman melalui berbagai pihak, setelah tidak berhasil main maksimal buat La Furia Roja. Pada kompetisi itu, Kesebelasan Matador tereliminasi pada fase perdelapan final.

Penampilan jelek ini berlanjut pasca Piala Dunia. Di dalam 5 pertandingan terbaru bareng Spanyol, De Gea hanya mencatatkan 1 clean sheet.

Terbaru, ketika menghadapi Kroasia pada UEFA Nations League, hari Jumat (16/11) silam, dia tidak berhasil melakukan beberapa penyelamatan yang membikin kesebelasannya kalah bersama score 2-3.

“Apa yang aneh ialah apa artinya kecaman. Kecaman harus buat semua team dan manajer juga. Saat ditujukan pada 1 orang ini tak adil sebab ini merupakan olahraga team,” tutur Enrique pada Soccerway.

“Goal lawan bukanlah cuma goal lantaran blunder penjaga gawang. Saat kemasukan, kami semua bertanggung jawab. Aku takkan menaruh bintang aku buat diadili. Aku menganalisis banyak hal dengan cara umum serta dari sana aku membikin keputusan.”

“Saya takkan mengatakan mengenai preferensi saya, sebab tindakan saya mengatakan setingkat lebih keras ketimbang pernyataan,” Enrique melanjutkan.

Villas-Boas Anggap Madrid Terlampau Murah Jual Ronaldo

Villas-Boas Anggap Madrid Terlampau Murah Jual Ronaldo

Andre Villas-Boas, juru tak-tik berkebangsaan Portugal, mengaku bertanya-tanya dengan putusan Real Madrid menjual Cristiano Ronaldo di kampanye musim ini. Hal yang membikin ia heran bukan kepalang, Los Blancos menjual sang superstar dengan tarif cuma 117 juta €. Ia menilai biaya ini terlampau murah.

Walau telah berumur serta tidak lagi ada pada situasi puncak, Ronaldo dianggap Villas-Boas masih figur vital dan berkarisma di sepakbola dunia. Menurut dirinya, semestinya Madrid menjual CR7 dengan tarif jauh setingkat lebih mahal.

“Saya sungguh-sungguh terkejut. Bagaimana bisa Kamu melepas Cristiano seharga 100 juta €? Ini tak masuk akal melalui sudut pandang apa pun. Tidak melalui sudut pandang olahraga, tidak juga melalui sudut pandang ekonomi,” kata Villa-Boas sebagaimana dilansir melalui Corriere dello Sport.

Atas dasar itu, juru tak-tik yang meroket kala melatih FC Porto ini menganggap Juventus untung besar. Di dalam pendapatnya, Ronaldo dapat jadi sosok menentukan buat berprestasi tak cuma pada Serie A, namun juga Liga Champions.

“Selamat pada Juventus atas hentakan yang bisa mereka ciptakan,” tutur dirinya. Tentang Liga Champions, ia berujar: “Keberadaannya di tim bakal dapat jadi sosok pembeda.”

Bukan cuma itu keyakinan Villas-Boas kepada Ronaldo. Ia pun percaya CR7 masih layak mendapat gelar individual seperti Ballon d’Or.

“Jujur saja, aku masih percaya akan hal tersebut. Ia dapat meraihnya sebab memang layak buat itu,” cetus dirinya.

PSSI Mengakui Lupa Pasang Patch Piala AFF 2018

PSSI Mengakui Lupa Pasang Patch Piala AFF 2018

Bukanlah PSSI namanya apabila tidak melakukan kesalahan. Kali ini PSSI lupa pasang patch Piala AFF 2018 pada jersey Tim nasional Indonesia ketika menghadapi Timor Leste.

Pertandingan Indonesia melawan Timor Leste sendiri finis bersama score 3-1 buat kemenangan Armada Garuda. Tiga gol diraih usai pada awalnya tertinggal terlebih dahulu pada awal babak ke 2.

Diberitakan melalui Bolasport, PSSI mengakui mereka lupa. Tapi mereka ogah jadi pihak yang paling bersalah. PSSI berdalih patch yang diberi hadir H-1 jelang laga perdana dimulai.

“Sebelumnya kami telah mendesak pada AFF tentang patch ini namun baru diberikan H-1 sebelum laga. Saat diberikan, kami langsung menempelkan patch ini ke seragam away sebab kan kami kesebelasan tamu. Ini pun kami buru-buru serta tidak menempelkan patch pada seragam merah,” tutur Gatot Widakdo, Kepala Koneksi Media serta Promosi Digital PSSI melalui Bolasport.

Ketika menghadapi Singapura, patch Piala AFF 2018 sesungguhnya terpasang di dalam jersey away Tim nasional Indonesia. Tapi patch itu tidak terlihat saat Tim nasional melawan Timor Leste.

“Rencananya saat sampai di Indonesia, patch baru bakal team saya pasang buat seragam merah. Kenyataannya begitu hingga di Indonesia, team saya tak kepikiran buat menempelkan patch pada seragam merah. Kami baru menyadari saat ingin bermain mengapa tak tersedia (patch),” lanjutnya.

PSSI pun berdalih kesalahan mereka disebabkan tidak adanya teguran melalui dewan yang bertugas di kala diskusi jelang laga. Dia menyayangkan perwakilan AFF dari Vietnam tidak memeriksa kelengkapan serta mengingatkan jika ada yang kurang.

“Jadi 2 orang MCM dari Vietnam ini tak mengingatkan team saya apa patch AFF telah terpasang atau tidak. Kemungkinan terdapat faktor kelupaan juga dari mereka buat menanyakan ini,” tutupnya.

Jika urusan sekecil menempelkan patch AFF saja PSSi lupa, apalagi untuk masalah yang setingkat lebih besar, ya. Semoga dengan kejadian ini PSSI dapat lebih teliti lagi dalam segala hal.

Asensio Sebut Lopetegui Cuma Apes di Madrid

Asensio Sebut Lopetegui Cuma Apes di Madrid

Pemain berposisi gelandang Real Madrid, Marco Asensio, angkat bicara tentang ditendangnya Julen Lopetegui dari posisi manajer beberapa waktu silam. Menurut pendapatnya, bekas juru strategi tim nasional Spanyol itu tak sempat menunjukkan taktik paling bagusnya.

Penunjukkan Lopetegui sesungguhnya bisa dikatakan mendadak dan cepat. 1 hari sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung, Florentino Perez memberitahukan secara resmi menggandeng lelaki yang ketika itu menyandang status sebagai juru tak-tik timnas Spanyol itu.

“Sepakbola terkadang berlaku tak adil dan itulah yang berlangsung pada Lopetegui. Di banyak kesempatan, tersedia hal-hal yang tak bergulir sesuai rencana. Kamu dapat berkata dia tidak begitu beruntung sebab di saat itu kondisinya pun berat,” jelasnya pada AS.

Dampaknya, pesepakbola yang dia latih di awal masa jabatannya bukan bakat-bakat paling baik. Mayoritas bintang inti saat itu tengah memperkuat nama negara pada Piala Dunia seperti Isco, Luka Modric, Toni Kroos dan Asensio.

“Bersama seluruh dinamika yang berlangsung di tubuh tim dan timnas, saya dapat ucapkan ia dan staf telah memberi kemampuan terbaik. Mereka cuma tak memiliki sedikit keberuntungan buat bekerja di Real Madrid,” ungkapnya.

“Bisa jadi mereka dapat memperoleh (keberuntungan) ini pada tim lainnya. Saya doakan mereka berhasil di sisa karier ke depannya,” jelasnya melanjutkan.

Kampanye musim ini, Asensio telah bermain di 17 laga pada semua kompetisi bareng Real Madrid dan mencatatkan 2 goal.

Bangku GBK Tanpa Nomor, Penonton Susah Temukan Tempat Duduk

Bangku GBK Tanpa Nomor, Penonton Susah Temukan Tempat Duduk

Soal laga lanjutan Piala AFF 2018 tidak cuma terhenti di animo yang tidak begitu tinggi. Melalui segi sarana serta prasarana juga, kursi-kursi di tribun penonton juga telah mulai tak tersedia nomor penanda.

Seperti yang berlangsung pada tribun gerbang sepuluh belakang gawang, sejumlah penonton sulit mendapatkan tempat duduknya.

Satu dari sekian banyak penonton yang pernah diwawancarai ialah Reza, dari Pancoran. Dia sengaja langsung berangkat dari kantornya buat melihat performa Hansamu Yama dkk di pertandingan penting Indonesia pada ajang Piala AFF 2018. Tapi, dia kecewa tak dapat menemukan bangku yang semestinya.

“Semestinya buat waktu mendatang dibenahi lagi perawatannya. Itu yang bikin bingung ialah penonton sulit mencari kursi. Terlebih signage nomor yang terpasang telah mulai luntur serta susah dipandang,” jelasnya.

“Jika sudah seperti itu kan kasihan yang belum hadir, tempatnya menjadi punya orang lain. Jika sepi sih tak masalah, yang mengkhawartirkan sebetulnya saat tribun penuh, jadi ada peluang gesekan,” tambahnya.

PSSI menjual sebanyak 60. 152 lembar tiket buat laga Piala AFF 2018 antar Indonesia melawan Timor Leste. Namun begitu, menyaksikan situasi tribun yang lumayan melompong, rasa-rasanya penjualan di pertandingan ke 2 itu tak terlampau bagus.

Reza pun menambahkan pernah mengalami kebingungan kepada penjualan tiket yang tersedia. “Kemarin aku cek pada website PSSI telah habis serta tadi niatnya mau membeli online. Tapi, saat aku tengok lagi (di website PSSI), kenyataannya dibuka,” tutupnya.