Author Archives: admin

Martial Diyakini Bakal Main Ganas Musim Depan

Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, percaya jika Anthony Martial bakal dapat memperlihatkan performa paling bagusnya pada kompetisi musim 2019-20 mendatang. Dia juga menyoroti perubahan perilaku Martial sepanjang pelatihan pra-musim.

Walau punya talenta sepakbola yang mengagumkan, Anthony Martial kesusahan untuk main stabil bareng Manchester United di dalam 3 kompetisi musim terbaru. Di samping lantaran cedera, Martial jua sering kali dimainkan menjadi sayap dan bukanlah striker utama.

“Anthony punya potensi untuk jadi salah 1 striker paling baik di planet ini. Aku memahami perubahan perilaku yang dia perlihatkan sepanjang waktu pra-musim, ” tutur Solskjaer dilansir dari laman Sky Sports.

“Dia terus punya talenta dan kemampuan yang bagus menjadi salah satu pesepak bola. Aku percaya ia bakal menyarangkan sejumlah goal untuk kami kompetisi musim berikutnya. Ia mulai menaikkan etos kerjanya sepanjang waktu pra-musim, ” tutur Solskjaer melanjutkan.

Masa depan Romelu Lukaku yang tengah jadi tanda tanya membikin Solskjaer mempersiapkan Marcus Rashford dan Martial untuk jadi tandem striker The Red Devils kompetisi musim berikutnya. Dia juga percaya mereka berdua bakal dapat main bagus dan mengantarkan Manchester United balik lagi ditakuti pada masa mendatang.

“Saya berharap Anthony dan Marcus bakal dapat memimpin sektor serang Manchester United kompetisi musim berikutnya. Aku percaya keduanya bakal dapat main lebih bagus lagi daripada musim kemarin, ” cetus Solskjaer.

Atletico Madrid Boyong Kieran Trippier dari Tottenham Hotspur

Kabar mencengangkan muncul dari Spanyol. Tim ibukota, Atletico Madrid, belum lama meresmikan pemain bertahan sebelah kanan Tottenham Hotspur, Kieran Trippier, menjadi bintang barunya.

Untuk menyabet pemain bertahan tim nasional Inggris itu, Atletico Madrid cuma mengucurkan biaya senilai dua puluh juta poundsterling. Poin ini dianggap lumayan rendah untuk bintang asal Premier League. Terlebih kesepakatan kontraknya bareng Spurs baru usai 2022 nanti.

Bareng Atletico, Kieran Trippier bakal diikat kesepakatan kontrak sepanjang 3 kompetisi musim. “Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur telah setuju dengan transfer Kieran Tripper. Ia dikontrak sepanjang 3 kompetisi musim menuju depan. Oleh sebab itu kami memberi selamat datang padanya di keluarga Atleti, ” tulis tim ibukota Spanyol itu di akun resmi mereka, Rabu (17/7).

Adapun kehadiran bintang berumur 28 tahun ini digadang-gadang jadi suksesor Felipe Luiz yang sepertinya bakal dijual bursa transfer musim panas tahun ini. Keputusan Los Rojiblancos mendapuknya menjadi pemain bertahan sebelah kanan anyar lumayan beralasan.

Dia bisa main stabil sepanjang membela Tottenham Hotspur. Bagaimana tak, mantan bintang Burnley ini bisa berlaga di dalam 114 laga sepanjang 4 kompetisi musim dengan menorehkan 24 umpan.

Musim kemarin terbilang menjadi performa paling bagusnya sebab bisa mengantarkan Spurs mencapai laga pamungkas Liga Champions. Namun dia tidak berhasil mengantarkan timnya mengangkat trofi usai kalah 0-2 dari Liverpool.

Di lain pihak, Kieran Trippier jadi bintang ke 6 yang direkrut Atletico Madrid di jendela transfer musim panas ini. Sebelumnya mereka telah terlebih dahulu membawa Joao Felix, Hector Herrera, Marcos Llorente, Felipe, dan Renan Lodi.

Insigne: Gabung Juventus, Sarri Pengkhianat

Ujung tombak Napoli, Lorenzo Insigne, menuduh mantan manajernya, Maurizio Sarri, menjadi pengkhianat dengan gabung Juventus.

Sarri adalah mantan juru tak-tik Napoli. Malahan terbilang jika Napoli merupakan tim yang membikin nama Sarri melambung hingga akhirnya dia selanjutnya dibeli oleh Chelsea pada awal musim kemarin.

Sarri sendiri sebetulnya sudah jadi seorang yang dipuja oleh para suporter Napoli. Bareng Sarri, Napoli bertransformasi jadi kesebelasan yang amat kompetitif, yang bisa menyaingi Juve untuk memperebutkan Scudetto.

Inilah kenapa, saat sekarang Sarri malah menangani Juve, beberapa Neapolitan yang mengecapnya sebagai sosok pengkhianat.

“Saya mengatakannya dan mengatakannya lagi, untuk kami orang-orang Neapolitans, ini merupakan pengkhianatan, ” tutur Insigne di Soccerway.

“Dan ini bakal selamanya. Kini kami mesti memusatkan perhatian pada diri kita sendiri dan coba untuk mengalahkannya dengan semua cara. Kini ia hengkang menuju Juve, aku tak mau membicarakannya lagi. ”

“Scudetto merupakan impian untuk kami seluruh dan kami bakal coba satu kali lagi, ” Insigne melanjutkan.

Sepanjang menangani Napoli, Sarri menorehkan 97 kemenangan, 25 kali imbang dan 25 kekalahan di dalam 147 laga. Dia lantas gabung Chelsea dengan raihan 39 kemenangan, 13 kali imbang dan 11 kekalahan di dalam 63 laga. Sarri jua mendapat gelar Liga Europa di tim itu.

Klopp Tak Menolak Tentang Kemungkinan Menjual Robertson

Defender yang beroperasi di sektor sayap Liverpool, Andy Robertson, mendapatkan infeksi pada tangan kirinya dan mesti menepi sejumlah waktu. Telah 2 laga yaitu kontra Tranmere Rovers dan Bradford City, bintang dari Skotlandia itu tak main.

Di dalam 2 laga itu, Youngsters Adam Lewis dan Yasser Larouci dimainkan tiap-tiap 45 menit. Sampai sekarang juga pelatih The Reds, Juergen Klopp, tak kunjung mengindikasikan bakal mendatangkan pemain anyar.

“Kita saksikan saja apa tersedia kemungkinan menuju arah sana. Saya telah berkata sebelumnya, langkah yang dieksekusi seharusnya memiliki dampak vital. Kemungkinan tak ada yang kami kerjakan endingnya, ” tutur Klopp sebagaimana dilansir dari Sky Sports.

“Kami mesti betul-betul jeli mengamati semua hal di sekitar kita. Kami telah kehilangan Alberto Moreno dan sekarang terdapat kandidat suksesor 2 wonderkid. Opsi lainnya merupakan James Milner, kita saksikan saja mendatang, ” jelasnya meneruskan.

Andy Robertson jadi salah 1 kunci performa cemerlang Liverpool musim kemarin. Dengan cara keseluruhan, dia bermain di 78 laga. Mencatatkan 1 goal dan 18 umpan selama kompetisi musim di seluruh turnamen.

Di Kala dekat, Liverpool bakal bertolak menuju Amerika Serikat untuk bersiap meladeni laga friendly kontra Borussia Dortmund. Laga direncanakan bergulir di Stadion Notre Dame, Indiana.

MU Perlu Bomber Kayak Van Nistelrooy

Mantan pemain bertahan Manchester United, Jonathan Spector, meminta Setan Merah dapat mendaratkan ujung tombak haus goal kayak Ruud van Nistelrooy Pada Era silam.

Musim kemarin, sektor serang Manchester United bergantian ditempati Marcus Rashford dan Romelu Lukaku. Tapi, penampilan mereka berdua pasang surut.

Rashford cuma memberikan kontribusi 13 goal di dalam 47 laga di seluruh turnamen, sedangkan Lukaku menyarangkan 15 goal di dalam 45 pertandingan.

“Saya kira bakal amat baik apabila Marcus Rashford bisa meningkat dan mengambil tugas ini, namun aku tak jua paham jika ia merupakan produk yang telah jadi, ” tutur Spector di Soccerway.

“Itu skuat muda yang mereka punya dan aku kira mereka butuh mendapatkan keseimbangan yang ideal antara bintang belia dan pengalaman, dan aku mau menyaksikan mereka memboyong pembuat goal yang terbukti. Bintang kayak Van Nistelrooy. Yang tiap-tiap tim dambakan, seseorang yang Kamu kenal yang bakal kasih Kamu banyak goal. ”

“Lukaku merupakan bintang yang amat baik, namun amat lain dengan Ruud. Ruud dapat lenyap sepanjang 80 menit, namun Kamu paham apabila ia memperoleh 1 kesempatan ia bakal menyarangkan goal. Aku berpikir jika Lukaku perlu banyak kesempatan apabila ia bakal menyarangkan goal, jadi aku kira fans merasa kecewa dengan ini. Sayangnya mereka dimanja dengan Van Nistelrooy! ” Spector melanjutkan.

United sendiri akhir-akhir dikaitkan dengan Mauro Icardi (Inter Milan). Terdapat kemungkinan bintang dari Argentina ini bakal dibarter dengan Lukaku.

Liga Champions Buat Liverpool Makin Lapar Trofi

Menantang musim anyar, Divock Origi, percaya Liverpool bakal lebih lapar menjuarai trofi. Apalagi usai tim bimbingan Juergen Klopp berhasil mengangkat trofi Liga Champions musim 2018-19.

Usai tidak berhasil dalam bentrokan final Liga Champions musim 2017-18, Liverpool balik lagi berhasil bisa sampai Final musim kemarin. Divock Origi dkk juga berhasil menghajar Tottenham Hotspur 2-0 dan mengamankan piala begitu bergengsi di Eropa itu.

Piala ini adalah kesuksesan perdana kesebelasan berjulukan The Reds semenjak 2005. Begitu juga untuk Origi yang menambatkan hatinya di Stadion Anfield semenjak 2014.

Perkataan legenda Liverpool, Kenny Dalglish, usai pertandingan laga pamungkas Liga di Madrid supaya tak cepat senang kenyataannya lumayan membekas di dalam ingatan Origi.

“Keberhasilan senantiasa membikin Kamu mau lebih. Usai pertandingan final Liga Champions di Madrid, Sir Kenny Dalglish menyatakan jika piala perdana senantiasa menyenangkan, namun piala ke 2 bakal lebih khusus. Kami bakal berupaya balik lagi mengulangnya dan menjuarai gelar-gelar lainnya, ” tutur Origi sebagaimana dilansir Football5star. com dari situs resmi Liverpool.

“Namun, kami mesti memusatkan perhatian meladeni tiap-tiap laga kayak musim kemarin, berupaya dan menjalani persiapan sebagus mungkin. Selanjutnya, berharap pada penghujung musim memperoleh hasil baik. Terdapat beberapa peluang di kesebelasan ini, kami punya semuanya di sini, ” katanya.

“Kami punya jam terbang menjuarai piala. Jadi, aku kira kami bakal balik lagi dengan lebih hebat dan lebih lapar menjuarai trofi, ” jelasnya.

Peroleh Kartu Merah, Messi Kecam CONMEBOL

Kartu merah yang diterima Lionel Messi pada pertandingan Argentina melawan Cile kenyataannya membikin sang bintang merasa amat sakit hati pada Asosiasi Sepakbola Amerika Selatan (CONMEBOL). Dia pun menyatakan jika CONMEBOL adalah sebuah organisasi yang kotor.

Lionel Messi mendapat kartu merah usai terlibat perkelahian dengan punggawa Cile, Gary Medel. Beruntung untuk Argentina, kartu merah yang diterima Messi tidak dapat mengagalkan ambisi La Roja untuk menyabet medali perunggu Copa America.

“Kami tidak seharusnya jadi bagian dari plan korupsi ini. Kami tidak memperoleh respek yang selayaknya selama gelaran Copa America. Kami layak menuju ke babak final namun CONMEBOL tidak mau merelakan kami mengangkat trofi, ” tutur Messi dilansir dari laman TyC Sport.

“Pejabat-pejabat yang korup, dan para wasit yang memimpin jalannya laga bukan orang-orang yang menikmati sepakbola, ” tutur bintang 32 tahun ini melanjutkan.

Kontroversi yang melibatkan tim nasional Argentina dan CONMEBOL telah berlangsung sejak fase semi-final Copa America vs Brasil sejumlah hari kemarin. Saat itu keputusan yang memicu kontroversi dari sang pengadil yang bekerja membikin mereka tidak berhasil menuju ke Final.

Hal itu juga membikin Federasi Sepakbola Argentina (AFA) mengirim surat protes resmi pada CONMEBOL. Mereka mendesak dewan Federasi untuk cepat mengerjakan investigasi pada sang pengadil yang bekerja di pertandingan Brasil melawan Argentina.

Gerrard: Tak Mungkin Aku Cemburu pada Henderson

Jordan Henderson berhasil mengantarkan Liverpool jawara Liga Champions kompetisi musim 2018-2019. Capaiannya ini dikatakan membikin legenda hidup tim, Steven Gerrard cemburu.

Henderson mempersembahkan trofi ke 2 untuk Liverpool usai sebelumnya memenangi Piala Liga 2011 silam. Namun kesuksesannya musim kemarin lebih mengesankan sebab piala yang didapat merupakan Liga Champions, terlebih ia berkuasa menjadi kapten kesebelasan.

Hal itu juga yang lantas memicu laporan jika Gerrard cemburu dengan kesuksesan juniornya itu. Namun lelaki yang sekarang bekerja menjadi manajer Rangers ini mengelak laporan itu.

“Bagaimana dapat aku cemburu dengan Jordan yang mengangkat gelar? Ia kawan aku. Aku berteman dengannya dan kami berlaga bareng sepanjang bertahun-tahun di Liverpool dan tim nasional Inggris, ” tutur Gerrard sebagaimana dilansir Football5star. com dari Tribal Football, Senin (1/7/2019).

“Saya bahagia menyaksikannya berhasil dengan mengangkat piala, tak terdapat bintang yang lebih profesional ketimbang Jordan. Ia pantas memperoleh setiap ini sebab ia bintang yang spektakuler, ” lanjut lelaki yang mengambil keputusan gantung sepatu sebagai bintang pada 2017 silam ini.

Tak terdapat alasan memang untuk lelaki yang akrab disapa Stevie ini untuk cemburu pada Henderson. Sebab dia terlebih dahulu berhasil mengantarkan The Reds jawara Liga Champions 2005 lalu. Malahan saat itu dia jadi aktor kebangkitan tim usai sempat terpaut 0-3 pada paruh ke 1 dari tim Italia, AC Milan.

Tim Nasional Cile Tidak Mampu Hattrick di Copa America Tahun Ini

Sebuah laporan negatif diterima tim nasional Cile. Jika jawara pada gelaran Copa America 2019 yang sedang bergulir di Brasil sekarang, mereka tidak dapat mengklaim diri sudah membuat hattrick jawara. Hal tersebut diungkapkan salah 1 sumber Conmebol.

Tim nasional Cile sekarang tertulis sudah memenangi Copa America 2015 dan Copa America Centenario pada 2016. Tapi, mereka pada nyatanya tidak cukup mengklaim diri menjadi bicampeon ‘dua kali juara’ di turnamen ini. Sebab, kejayaan pada turnamen Copa America Centenario ternyata tidak masuk hitungan.

“Copa America sekarang merupakan edisi normal. Di sisi lain, edisi yang dimainkan pada 2016 merupakan selebrasi spesial. Atas dasar inilah Cile cuma dinilai baru saja satu kali jawara, yaitu pada 2015. Ini lantaran yang dihitung ialah edisi normal yang dimulai tiap-tiap 4 tahun satu kali, ” tutur sumber Conmebol yang tidak dikatakan namanya sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Emol.

Nyatanya, di piala Copa America juga logo Cile cuma terpasang 1, yaitu dengan angka 2015. Di sana tidak terdapat tanda Cile menjadi jawara Copa America Centenario pada 2016. Soal hal itu, sang sumber Conmebol memiliki penjelasan tersendiri jua.

“Trofi seratus tahun merupakan sesuatu yang unik dan Cile bisa menyimpan piala aslinya. Ini lain dengan Copa America normal yang tiap-tiap pemenangnya cuma mendapat tiruan, ” tutur dirinya lagi. “Itu tak berarti Cile bukanlah jawara wilayah ini 2 kali lantaran memang memenangkan trofi dengan cara berturut-turut. Tapi, piala yang diperoleh tak sama. ”

Kepastian ini jelas menyesakkan untuk tim nasional Cile. Sebab, jika jawara pada Copa America 2019 kali ini juga, Arturo Vidal dan kawan-kawan tidak dinilai sudah menyamai catatan bagus tim nasional Argentina. Sampai sekarang, La Albiceleste adalah satu-satunya kesebelasan yang hattrick jawara pada turnamen ini, tepatnya pada 1945, 1946, dan 1947. Ini juga kala turnamen ini tengah bernama Campeonato Sudamericana de Futbol.

Van Dijk Percaya Liverpool Punya Masa Depan Cerah

Virgil van Dijk mengatakan keyakinannya kepada Liverpool. Anggapannya tim bimbingan Juergen Klopp punya masa depan yang cemerlang.

Liverpool sukses membangun kembali kesuksesan usai bisa menjuarai Liga Champions kompetisi musim 2018-19. Pamor raja Eropa itu dinilai menjadi awal dari banyaknya kejayaan yang bakal dicapai mulai kompetisi musim 2019-20.

Ya, dibawah kendali Juergen Klopp, Liverpool senantiasa memperlihatkan perkembangan dari segi prestasi. Khususnya di dalam 2 kompetisi musim terbaru di mana bisa 2 kali berturut-turut hingga menuju laga pamungkas Liga Champions.

Selain itu, kesebelasan beralias The Reds jua mulai stabil di dalam bertarung menjuarai trofi Liga Inggris. Walau, tak jua sukses merebut singgasana Manchester City menjadi juara Premier League 2 kompetisi musim terbaru.

Namun begitu, Virgil van Dijk sekarang makin percaya dengan perkembangan yang senantiasa ditunjukan kesebelasannya. Apalagi, kemampuan The Reds makin terlihat sangat hebat di seluruh sektor gelanggang. Hebat di dalam bertahan dan garang kala menyerang.

“Saya kira masa depan nampak lumayan cerah. Kami punya kesebelasan luar biasa bareng bintang yang mau meningkat, menyodorkan semuanya untuk kesebelasan dan tim, ” tutur Virgil van Dijk dilansir Football5star. com dari situs resmi Liverpool.

“Ada beberapa kemampuan di dalam kesebelasan. Terkadang Kamu tak sadar betapa baik kesebelasan yang Kamu punya. Begitu juga di kursi pemain pengganti yang mau berlaga dan jadi salah satu bagian di gelanggang. Jadi, kami punya masa depan luar biasa, ” katanya.